Selasa, 29 September 2020

Pentingnya Menjaga Mental Health

    Halo semua hari ini saya ingin bercerita mengenai pentingnnya menjaga Mental Health. Berbeda dengan physical health , mental health yang bagus merupakan suatu keadaan sehat yang kita rasakan ketika kondisi batin kita terasa tentram dan bahagia. Atau kondisi mental bisa dijelaskan sebagai dasar emosi yang mempengaruhi  berbagai aspek dalam kegiatan sehari-hari seperti cara berpikir . bertindak ataupun menjalani hubungan dengan orang lain. Apabila kesehatan mental seseorang terganggu, ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk. Ada berbagai contoh gangguan kesehatan mental seperti stress, depresi, gangguan kecemasan, bipolar, ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder), dan masih banyak lagi. Perlu kita sadari bahwa kesahatan mental menjadi sebuah kebutuhan yang harus selalu diperhatikan oleh masyarakat. Selain menyebabkan gangguan mental, kesehatan mental yang tidak diperhatikan dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan fisik. Sebagai konsekuensinya, risiko seseorang terhadap berbagai penyakit atau kondisi tertentu pun meningkat akibat kesehatan mental yang buruk.

    Di masa sekarang , banyak orang terutama para remaja mengalami gangguan mental yang didasarkan oleh kesehatan mental yang tidak sehat dan terawat, tetapi mayoritas mereka hanya memendamkannya sendiri. Beberapa hasil riset yang menunjukan tingginya tingkat gangguan mental di ranah international maupun di Indonesia :

1.     Setengah dari penyakit mental bermula sejak remaja, yakni di usia 14 tahun. Menurut WHO, banyak kasus yang tidak tertangani sehingga bunuh diri akibat depresi menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak muda usia 15-29 tahun. 

2.     Merujuk data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi penderita skizofrenia atau psikosis sebesar 7 per 1000 dengan cakupan pengobatan 84,9%. Sementara itu, prevalensi gangguan mental emosional pada remaja berumur lebih dari 15 tahun sebesar 9,8%. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2013 yaitu sebesar 6%.

3.     Masih berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia, masyarakat perkotaan lebih rentan terkena depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. Meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa di Indonesia dan di seluruh dunia disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan hidup manusia, serta meningkatnya beban hidup, terutama yang dialami oleh masyarakat urban.

    Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat kondisi gangguan mental di dunia maupun di Indonesia itu berada pada range usia remaja ke dewasa. Di Indonesia terutama , mayoritas masyarakat masih memegang stigma bahwa gangguan mental itu adalah suatu hal yang negatif dan ditakuti masyarakat. Sekalinya orang memiliki gangguan mental akan selalu dikira orang gila atau tidak waras, sehingga dengan adanya persoalan ini para individu yang memiliki gangguan mental merasa enggan untuk membicarakan kondisinya kesiapapun , bahkan hingga ke keluarga dekatnya. Dan persoalan ini biasanya bisa mengarah ke hal-hal yang sangat parah , seperti melukai diri , kekerasan dalam rumah tangga , hingga kasus bunuh diri. Dengan itu kita harus mengetahui tanda-tanda orang mengalami gejala gangguan mental.

    Seseorang dengan gangguan mental dapat mengalami rasa cemas yang berlebihan. Hal ini akan mengakibatkan ia susah tidur dan mudah lelah, sehingga daya konsentrasinya pun menurun. Menurunnya konsentrasi ini akan diikuti dengan melemahnya motivasi dan semangat. Ia menjadi tidak bergairah, bahkan cenderung malas untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Ia juga akan menunjukkan perubahan karakter dan kepribadian. Hal ini meliputi perubahan tingkah laku dan juga perubahan emosi yang ekstrem. Perubahan ini dapat membuatnya tidak acuh pada lingkungan sosial. Bahkan, cenderung akan menarik diri dari interaksi sosial. Tanda yang paling umum terjadi adalah minder. Rasa inilah yang paling sering muncul pada seseorang dengan gangguan mental apapun, entah itu depresi, anxiety, atau hal lannya.

    Setelah kita mengetahui tanda-tandanya , maka bagaimana kita mencegah gangguan kesehatan mental itu sendiri. Beberapa cara untuk mencegah yaitu melakukan aktifitas fisik secara rutin , mengkonsumsi makanan sehat , hindari kebiasaan yang tidak sehat , meditasi , tertawa , memiliki orang terdekat dan memliki waktu tidur yang cukup.

    Bagaimana jika kita mempunyai atau mengenal suatu teman atau anggota keluarga yang diduga memilik kesehatan gangguan mental. Tentunya kita dapat menyarankan berbagai pilihan pengobatan oleh dokter seperti :

  • Psikoterapi. Psikoterapi merupakan terapi bicara yang memberikan media yang aman untuk pengidap dalam mengungkapkan perasaan dan meminta saran. Psikiater akan memberikan bantuan dengan membimbing pengidap dalam mengontrol perasaan.
  • Obat-obatan. Pemberian obat-obatan untuk mengobati penyakit mental umumnya bertujuan untuk mengubah senyawa kimia otak di otak.
  • Rawat inap. Rawat inap diperlukan jika pengidap membutuhkan pemantauan ketat terhadap gejala-gejala penyakit yang dialaminya atau terdapat kegawatdaruratan di bidang psikiatri.
  • Support groupSupport group umumnya beranggotakan pengidap penyakit mental yang sejenis atau yang sudah dapat mengendalikan emosinya dengan baik.
  • Stimulasi otak. Stimulasi otak berupa terapi elektrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
  • Pengobatan terhadap penyalahgunaan zat.
  • Membuat rencana bagi diri sendiri, misalnya mengatur gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari, untuk melawan penyakit mental.

    Dengan demikian , kita harus menyadari betapa pentingnya menjadi kondisi kesehatan mental kita maupun orang lain. Dengan bisa menjaga kesehatan mental kita sendiri , kita bisa memahami dan ikut serta dalam membantu orang-orang yang menghadapi masalah kondisi mental tersebut.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar